Nabi ﷺ menjelaskan bahwa Allah ﷻ telah menjabarkan bahwa: 1- Dia mengharamkan kezaliman atas diri-Nya dan menjadikannya haram di antara makhluk-Nya, sehingga tidak boleh ada yang saling menzalimi satu sama lain. 2- Seluruh makhluk tersesat dari jalan kebenaran kecuali yang diberikan petunjuk dan taufik oleh Allah; maka siapa yang memintanya kepada Allah, niscaya akan dibimbing dan diberikan taufik oleh Allah. 3- Seluruh makhluk butuh kepada Allah dan bergantung kepada-Nya dalam semua kebutuhan mereka; siapa yang memohon kepada Allah, niscaya Allah akan tunaikan serta cukupkan kebutuhannya. 4- Mereka berbuat dosa siang dan malam, tetapi Allah Ta'ala menutupi lagi memaafkan ketika hamba tersebut memohon ampun. 5- Mereka tidak kuasa untuk menimpakan bahaya kepada Allah ataupun memberi-Nya manfaat walaupun sedikit. 6- Seandainya mereka berada dalam kondisi ketakwaan seperti orang yang paling bertakwa, hal itu tidak akan menambah kekuasaan Allah. 7- Seandainya mereka sepakat di atas kejahatan seperti orang yang paling jahat, maka kejahatan mereka itu tidak akan mengurangi kekuasaan Allah walaupun sedikit, karena mereka lemah dan bergantung kepada Allah serta butuh kepada-Nya di semua keadaan, waktu, dan tempat. Dialah Yang Mahakaya lagi Mahasuci. 8- Seandainya mereka semua dari kalangan jin dan manusia, dan dari para pendahulu hingga orang-orang yang terakhir, berdiri di satu tempat, lalu mereka memohon kepada Allah dan Dia berikan tiap-tiap orang semua yang ia minta, hal itu tidak akan mengurangi sedikit pun apa yang ada di sisi Allah. Ia hanya ibarat jarum yang dimasukkan ke laut lalu dikeluarkan, hal itu tidak akan mengurangi air laut sedikit pun. Yang demikian itu lantaran kesempurnaan sifat kaya Allah Ta'ala. 9- Allah ﷻ mencatat dan menghitung semua amal perbuatan hamba kemudian menghadirkan semuanya kepada mereka kelak di hari Kiamat. Siapa yang mendapatkan balasan perbuatannya baik, hendaklah ia memuji Allah atas bimbingan-Nya untuk taat kepada-Nya. Sebaliknya, siapa yang mendapatkan balasan perbuatannya selain itu, janganlah ia mencela kecuali jiwanya yang mengajaknya pada keburukan dan membawanya pada kerugian.