Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- menyebutkan bahwa mereka pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan, kemudian Nabi ﷺ menjauh untuk buang hajat. Lalu sahabat-sahabat beliau menemukan seekor burung ḥummarah bersama kedua anaknya, lalu mereka mengambilnya sehingga induk hummarah tersebut membentangkan sayapnya dan membukanya karena cemas kehilangan anaknya. Lantas Nabi ﷺ datang dan bersabda, "Siapakah yang telah membuatnya sedih dan cemas dengan mengambil anaknya yang masih kecil?" Kemudian beliau memerintahkan agar anaknya dikembalikan. Lalu beliau melihat kampung semut yang telah dibakar dengan api, maka beliau ﷺ bersabda, "Siapa yang membakar kampung semut ini?" Sebagian sahabat beliau menjawab, "Kami." Beliau lantas bersabda kepada mereka, "Sesungguhnya tidak boleh bagi siapa pun untuk menyiksa satu makhluk hidup dengan api kecuali Allah yang menciptakan api."