Para sahabat sedang bertukar pikiran tentang fitnah Al-Masīḥ Ad-Dajjāl dan mencemaskannya. Lantas Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahu mereka bahwa ada suatu larangan yang beliau takutkan akan menimpa mereka melebihi ketakutannya terhadap fitnah Dajjal, yaitu syirik dalam niat dan tujuan yang tersembunyi dari manusia. Setelah itu beliau menjelaskannya yaitu memperbagus amal yang sejatinya demi mencari keridhaan Allah lalu berbelok karena dampak pandangan manusia kepadanya.