Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan dalam bentuk peringatan mengenai bahaya lisan, tentang seseorang yang bersumpah bahwa Allah tidak akan mengampuni orang yang berdosa. Seolah-olah ia menghukum Allah dan mengekang-Nya karena meyakini bahwa dirinya memiliki kemuliaan, keberuntungan dan kedudukan di sisi Allah. Sedangkan orang yang berdosa tersebut memiliki kehinaan. Ini merupakan tindakan lancang dan kurang ajar kepada Allah. Karena itu, orang tersebut mendapatkan kesengsaraan dan kerugian di dunia dan akhirat.