Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan perkataan yang membuat Allah -Ta'ālā- rida dan menyukainya seperti ungkapan nasihat, petunjuk dan kajian ilmu, sedangkan dirinya tidak mengira bahwa dengan kalimat tersebut ia akan mencapai derajat yang tinggi berupa keridaan Allah -Ta'ālā-; namun ternyata dengan perkataannya tersebut Allah mengangkatnya pada derajat kemuliaan tertinggi. Demikian juga ada orang yang berbicara dengan perkataan yang membuat Allah murka, seperti gibah, adu domba dan fitnah; sehingga akibat dari perkataan tersebut dia terjatuh ke dalam neraka jahanam pada hari kiamat nanti.