Di antara bentuk sifat tawaduk (rendah hati) Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah ketika seorang lelaki mendatangi beliau saat berkhotbah di hadapan sahabat. Orang itu berkata, "Orang asing datang untuk menanyakan seluk-beluk agamanya." Seketika itu pula Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendekati orang tersebut dan menghentikan khotbahnya hingga tiba di hadapan orang asing itu. Lantas diberikan kursi kepada beliau lalu beliau mengajari orang itu karena ia datang dengan simpati dan cinta terhadap ilmu. Ia ingin mengetahui agamanya sehingga bisa mengamalkannya. Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendatanginya dan menghentikan khotbahnya serta mengajarinya. Setelah itu beliau kembali menyempurnakan khotbahnya.