Hadis Abu Sa'īd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- ini memberi faedah bahwa mandi besar itu hanya wajib ketika keluar air mani (sperma). Kata "air" yang pertama adalah air yang sudah dikenal, dan yang kedua adalah sperma. Pemahaman atas hadis mempersempit bahwa tiada yang mewajibkan mandi besar kecuali keluar sperma, sehingga mandi besar tidak wajib karena bertemunya dua alat kelamin. Tetapi hukum hadis ini mansukh. Mandi besar hukumnya wajib karena adanya jimak, meskipun tidak sampai keluar sperma berdasarkan hadis, "Jika dua alat kelamin bertemu maka wajib mandi besar."