Di awal hadis disebutkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila bangun di sepertiga malam, beliau bersabda untuk mengingatkan umatnya dari kelalaian dan mengajaknya untuk mengerjakan sesuatu yang mengantarkannya pada keridaan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berupa kesempurnaan rahmat-Nya, "Hai sekalian manusia, ingatlah Allah (berzikirlah)!" yakni, dengan lisan dan hati agar membawa apa yang dapat diraih dari buah zikir berupa memperbanyak kebajikan dan meninggalkan yang lainnya. Dalam hadis itu juga disebutkan bahwa penanya mempunyai doa yang selalu diulangi untuk dirinya, maka ia bisa menjadikan sepertiga doanya untuk Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Selawat kepadanya adalah doa, dan mungkin saja doa itu setengahnya untuk beliau, atau juga seluruh doanya untuk beliau. Seperti berselawat kepadanya sebagai ganti berdoa untuknya. Dalam hadis disebutkan bahwa Siapa yang berselawat kepada Nabi satu kali, maka Allah berselawat kepada orang itu sepuluh kali." HR. Muslim dari hadis Abu Hurairah, sehingga pahala selawatnya cukup untuknya. Karena itu, beliau bersabda, "Jika demikian maka akan dihilangkan keprihatinanmu serta diampuni dosamu." Yakni, sesungguhnya engkau hanya meminta hilangnya sebab bahaya yang meninggalkan kesedihan dan menyebabkan dosa. Jika engkau berselawat kepadaku sebagai ganti doamu, maka tercapailah maksudmu. Mungkin juga maksud hadis ini adalah memasukkan Nabi dalam doanya. Seolah-olah orang tersebut berkata, "setiap kali aku berdoa maka aku berselawat untukmu". Ini bukan berarti cukup berselawat saja tanpa perlu berdoa, tetapi maksudnya adalah menggabungkan keduanya, sebagai bentuk pengamalan semua nas-nas yang ada.