Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendengar seseorang yang menyebut-nyebut kebaikan orang lain dan sangat berlebih-lebihan dalam menyebutnya dengan sifat-sifat terpuji yang tidak ada pada dirinya. Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarangnya dan mengabarkan bahwa perbuatan ini bisa menjadi sebab kehancurannya, karena pujian tersebut mendorong orang yang dipuji itu sombong dan tinggi hati.