Hadis ini menunjukkan bahwa seseorang itu seharusnya menjadikan tangannya di atas, yaitu dengan menjadi seorang yang suka berinfak dan berbuat baik sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, serta tidak menjadi seorang peminta-minta; karena dengan memberi dan berinfak menjadikan tangannya di atas (lebih utama). Demikian pula dia harus memulai infaknya tersebut dari kerabat dekat dan mahramnya, serta membuat mereka lapang sesuai dengan kemampuannya. Hendaklah dia memulai dari yang paling penting ke yang penting. Maka hendaklah dia mulai dari ibunya karena ibu itu lebih dikedepankan daripada ayah, dan saudara perempuan atas saudara laki-laki. Demikianlah dia harus memperhatikan yang paling dekat kemudian yang paling dekat dari sanak kerabatnya jika mereka tidak berkecukupan.