Hadis yang mulia ini menjelaskan sebagian peristiwa yang terjadi dalam sakit Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang menjadi faktor wafat beliau. Diantaranya ketika sakit beliau semakin berat, maka beliau bertanya pada orang yang ada di sisi beliau, "Apakah orang-orang sudah salat?" Dijawab, "Belum." Lalu beliau meminta wadah berisi air dan beliau mandi dengannya. Akan tetapi beliau pingsan. Ketika telah siuman beliau mengulangi pertanyaan tadi dan kembali mandi, akan tetapi beliau pingsan lagi. Hal ini berulang tiga kali. Kemudian beliau memerintahkan agar Abu Bakar memimpin orang untuk salat. Ketika utusan datang pada Abu Bakar, ia memerintahkan Umar untuk memimpin salat. Namun Umar enggan, bahkan ia mempersilahkan Abu Bakar karena ia lebih berhak. Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- merasa kondisi beliau membaik dan ringan. Maka beliau keluar dengan dipapah Abbas dan Ali -raḍiyallāhu 'anhumā-, sementara Abu Bakar memimpin orang banyak menunaikan salat Zuhur. Ketika melihat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- datang, ia pun ingin mundur, namun Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkannya tetap berada di tempat, dan beliau duduk di sampingnya. Jadi Abu Bakar mengikuti salat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan orang-orang mengikuti salat Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu-.