Hadis yang mulia ini menjelaskan tentang disyariatkannya qunut nazilah. Qunut ini dilakukan setelah bangkit dari rukuk berdasarkan perbuatan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tatkala Bani Sulaim mengkhianati perjanjian antara mereka dan kaum Muslimin dengan membunuh tujuh puluh atau empat puluh Qari (penghafal Al-Qur`ān) yang Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- utus kepada mereka. Lalu beliau qunut setelah rukuk selama satu bulan untuk mendoakan kebinasaan mereka.