Bacalah Al-Qur`ān dan terus-meneruslah membacanya karena kelak hari Kiamat ia akan memberi syafaat bagi para pembacanya; yang membacanya dan yang mengamalkannya. Khususnya surah Al-Baqarah dan Āli 'Imrān. Keduanya disebut Az-Zahrāwān, yaitu dua surah yang bercahaya, karena cahaya dan petunjuk yang ada pada keduanya serta besarnya pahalanya. Bila keduanya dibandingkan dengan yang lain di sisi Allah seperti perbandingan dua bulan dengan bintang-bintang yang lain. Pahala membaca keduanya akan datang pada hari Kiamat seperti rupa dua awan yang menaungi pembacanya dari panas hari Kiamat, atau pahala membaca keduanya akan datang dalam rupa dua gerombolan burung yang terbang berbaris sambil membentangkan sayapnya saling sambung menyambung untuk membela pembacanya dan menyelamatkan mereka dari neraka Jahim. Tidak mustahil bila yang datang adalah amalan itu sendiri; sebagaimana ditunjukkan oleh makna lahir hadis ini. Adapun mengatakan bahwa yang datang adalah kalam Allah, maka tidaklah demikian; karena kalam Allah adalah bagian dari sifat-Nya, sementara sifat tidak akan terpisah dari Zat-Nya. Sedangkan yang diletakkan pada timbangan amalan adalah perbuatan hamba: "Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu." (QS. Aṣ-Ṣāffāt: 96). Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menekankan untuk membaca Surah Al-Baqarah karena terus-menerus membaca dan menadaburi maknanya serta mengamalkan kandungannya akan mendatangkan keberkahan dan manfaat yang besar. Sedangkan melalaikan surah ini dengan tidak membaca, menadaburi, dan mengamalkannya, maka akan mendatangkan penyesalan pada hari Kiamat. Di antara bentuk besarnya keutamaan surah ini bahwa para penyihir tidak mampu mencelakai orang yang membacanya, menadaburinya, dan mengamalkannya. Ada yang berpendapat, yaitu para penyihir tidak mampu membacanya dan menadaburinya serta mengamalkannya, dan mereka tidak diberikan taufik kepada hal itu.