Dalam hadis tersebut, 'Imrān bin Ḥuṣain -raḍiyallāhu 'anhumā- ditanya tentang seorang lelaki yang menceraikan istrinya lalu menggaulinya setelah merujuknya tanpa memberikan kesaksian atas perceraian dan rujuknya. Lantas 'Imrān bin Ḥuṣain -raḍiyallāhu 'anhumā- menjawab bahwa lelaki yang menjatuhkan talak tersebut telah menyalahi sunah dalam dua keadaan; pertama dalam menjatuhkan talak ketika dia tidak memberi kesaksian, dan kedua dalam rujuk ketika dia juga tidak memberi kesaksian. Selanjutnya dia menyuruh orang itu untuk memberikan kesaksian atas talak dan rujuknya, dan tidak mengulangi lagi perbuatan itu.