Umar bin Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- pernah meminta izin untuk masuk ke dalam rumah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, sementara di dalam rumah beliau ada beberapa wanita Quraisy yang sedang berbincang-bincang, bertanya-tanya, atau meminta suatu pemberian dan nafkah dengan suara yang keras. Ketika Umar minta izin masuk, mereka mendengar suara Umar lalu mereka pun segera mengenakan hijab. Kemudian Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mempersilahkannya masuk dan Umar pun masuk, namun tiba-tiba Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tertawa karena tingkah para wanita tadi. Lalu Umar berkata, "Semoga Allah senantiasa membuat engkau tertawa, wahai Rasulullah." Maksudnya adalah semoga Allah melanggengkan kegembiraan yang telah membuat engkau tertawa." Kemudian beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahunya bahwa yang telah membuat tertawa adalah prilaku para wanita itu, di mana sebelum Umar datang mereka berbincang dengan suara yang keras, tetapi ketika Umar datang, mereka segera memakai hijab karena perasaan segan serta hormat kepada Umar. Lalu Umar berkata, "Namun engkau lebih berhak untuk mereka hormati dan muliakan, wahai Rasulullah." Kemudian Umar berkata kepada mereka, "Wahai para musuh atas diri mereka sendiri, apakah kalian hormat kepadaku dan tidak hormat kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-?" Mereka menjawab," Benar, karena kamu memiliki sifat yang keras dan kasar berbeda dengan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." Pada saat itu juga Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersumpah bahwa setan sama sekali tidak mau bertemu Umar di jalan, melainkan ia akan kabur dan berjalan di jalan yang lain.