Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- ini berisi satu informasi mengenai Ummul-Mukminin, Saudah binti Zam'ah -raḍiyallāhu 'anhā-. Aisyah menuturkan bahwa Saudah binti Zam'ah adalah wanita pilihan dan ia sendiri berangan-angan ingin seperti dirinya. Ia menyebutkan salah satu sifatnya yaitu dia adalah wanita yang memiliki jiwa yang kuat. Ia juga mengabarkan tentang Saudah bahwa ketika ia sudah menua dan khawatir akan ditinggalkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, ia pun ingin agar dirinya tetap menjadi istri beliau dan beruntung memperoleh kemuliaan dan keutamaan tersebut, yaitu sebagai ibu bagi kaum mukminin, dan salah seorang istri pemimpin para rasul -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ia berkata, "Aku menyerahkan giliranku kepada Aisyah." Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun menerimanya dan beliau bermalam di rumah Aisyah selama dua malam; malam milik Aisyah dan malam milik Saudah.