Hadis ini menjelaskan bahwa seorang imam masjid Nabawi salatnya mirip dengan salat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ia mengikuti apa yang beliau contohkan dalam memanjangkan (bacaan) pada dua rakaat pertama salat Zuhur dan memendekkan dua rakaat terakhirnya, demikian juga pada salat Asar. Pada salat Magrib dia membaca qiṣārul mufaṣṣal, dan pada salat Isya dia membaca wal laili iżā yagsyā dan semisalnya, dan pada salat Subuh dia membaca surah yang panjang.