Hadis yang mulia ini menjelaskan tatacara salat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang paling sempurna bagi siapa saja yang ingin mengerjakan salat. Di dalamnya disebutkan setiap gerakan salat yang termasuk rukun, wajib, dan sunah-sunah salat, mulai dari takbīratul-iḥrām hingga salam, yaitu sebagaimana berikut ini: Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila hendak salat, beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua bahunya, lalu bertakbir hingga setiap tulang kembali kepada posisinya dalam keadaan khusyuk (tenang). Kemudian membaca (Al-Fātiḥah dan surah) lalu bertakbir dan mengangkat kedua tangannya hingga keduanya sejajar dengan kedua bahunya. Kemudian rukuk dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas ke dua lututnya kemudian meluruskan (punggung dan kepala), tidak menengadahkan kepala dan juga tidak menundukkannya, akan tetapi lurus. Lalu mengangkat kepalanya, kemudian beliau membaca: “Sami'allāhu li man ḥamidah”. Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan pundak lalu membaca: “Allāhu Akbar.” Kemudian beliau turun (sujud) ke tanah dan merenggangkan kedua tangannya dari kedua sisi badannya. Lalu mengangkat kepalanya, melipat kaki kiri dan mendudukinya, dan beliau membuka jari jemari kakinya ketika sujud, lalu beliau sujud dan membaca: “Allāhu Akbar”. Lalu beliau mengangkat kepala, melipat kaki kirinya lalu mendudukinya hingga semua tulang kembali ke posisinya. Kemudian beliau mengerjakan seperti itu di rakaat kedua. Kemudian apabila beliau bangkit berdiri dari rakaat kedua, beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan bahunya sebagaimana yang beliau lakukan ketika memulai salat. Kemudian beliau melakukan seperti itu pada seluruh salatnya, hingga ketika beliau (hendak bangkit dari) sujud yang setelahnya adalah salam, -demikian disebutkan dalam riwayat, dan para pensyarah menjelaskan bahwa itu merupakan bahwa itu dilakukan pada duduk yang ada salamnya-, beliau memundurkan posisi kaki kirinya dan duduk pada sisi sebelah kiri secara tawarruk.