Ketika Adam -'alaihis-salām- meninggal dunia, para malaikat memandikannya dengan bilangan ganjil; satu, tiga atau lima kali, mereka juga membuat celah di sisi lubang kubur, dan menguburkannya di dalamnya, serta berkata, "Ini sunah Adam pada anaknya." Yakni, anak Adam diperlakukan sebagaimana perlakuan kepada bapak mereka, yaitu di mandikan dan dikuburkan sesuai dengan tata cara tersebut. Hanya anaknya yang mendapatkan petunjuklah yang berpegang teguh kepada hal itu.