Dalam hadis ini (disebutkan) bahwa manusia yang paling mulia dari segi keturunan, kualitas dan asal adalah orang terbaik pada masa jahiliyah, tetapi dengan syarat jika mereka memiliki pemahaman dalam urusan agama. Contohnya Bani Hasyim, mereka diketahui sebagai klan Quraisy pilihan dalam Islam, tetapi dengan syarat mereka memiliki pemahaman mendalam dalam urusan agama Allah dan mempelajari hukum-hukumnya. Jika mereka tidak memiliki pemahaman agama, maka kemuliaan garis keturunan tidak ada artinya bagi pemiliknya. Meskipun seseorang memiliki nasab tinggi dan termasuk bangsa Arab pilihan secara garis keturunan dan kualitas, maka dia tidak termasuk manusia paling mulia di sisi Allah dan bukan pula manusia pilihan. Dengan demikian, manusia bisa mulia dengan nasabnya, tetapi dengan syarat paham dalam urusan agama.