Ketika seseorang berada di padang yang luas, ia mendengar suara dari segumpal awan yang berbunyi, "Siramilah kebun fulan!" Maka awan itu menjauh dari tujuan awalnya, lalu menumpahkan airnya di tanah berbatu hitam. Ternyata sebuah saluran air dari saluran-saluran air yang ada telah menampung semua air hujan itu. Lantas orang tersebut mengikuti arah aliran air, hingga ia mendapati seorang laki-laki berdiri di kebunnya yang sedang memindahkan air dari satu tempat ke tempat yang lain di kebunnya dengan sekopnya. Ia bertanya pada orang itu, "Wahai hamba Allah, siapa namamu?" Orang itu menjawab, "Fulan." Persis nama yang ia dengar dari awan. Orang ini balik bertanya, "Wahai hamba Allah, mengapa engkau menanyakan namaku?" Ia menjawab, "Aku mendengar suara di awan yang mencurahkan air ini mengatakan, "Siramilah kebun fulan yang merupakan namamu, jadi kebaikan apa yang engkau lakukan pada kebunmu hingga sengkau mendapatkan kemuliaan ini?" Orang itu menjawab, "Karena engkau telah mengatakan hal ini, maka ketahuilah sesungguhnya aku melihat berapa banyak biji tanaman dan buah yang dihasilkan kebun ini, lalu aku menyedekahkan sepertiganya, aku dan keluargaku memakan sepertiganya dan aku alokasikan sepertiganya di kebun ini untuk bercocok tanam kembali."