Abu Juḥaifah -raḍiyallāhu 'anhu- bertanya kepada Ali -raḍiyallāhu 'anhu-, "Apakah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengkhususkanmu dengan satu ilmu atau sesuatu yang tertulis yang ada pada kalian tanpa ada pada orang lain?" Abu Juḥaifah menanyakan hal itu karena sekelompok orang Syiah mengklaim bahwa Ahli Bait, apalagi Ali, memiliki sesuatu dari wahyu yang dikhususkan untuk mereka oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang tidak diketahui oleh selain mereka. Sudah banyak orang yang menanyakan masalah ini kepada Ali. Lantas Ali -raḍiyallāhu 'anhu- menjawab dengan sumpah yang biasa diucapkan oleh orang Arab, yaitu sumpah dengan nama Allah yang menciptakan manusia dan membelah biji bahwa mereka (Ahli Bait) tidak memiliki sesuatu pun selain pemahaman yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, dan selain tulisan yang ditulisnya dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang berisi hukum-hukum diat, penyelamatan para tawanan Muslim dari penawanan, dan penjelasan seorang Muslim tidak boleh dibunuh karena membunuh orang kafir. Sebab, orang kafir itu tidak sepadan dengan seorang Muslim sehingga ia dibunuh karena membunuhnya. Justru orang kafir itu (derajatnya) di bawah orang Muslim.